Perempuan Kalimantan Utara menghadapi tugas yang semakin signifikan di zaman modern. Selain posisi tradisional sebagai pendamping keluarga, mereka juga semakin aktif dalam area ekonomi, kepemimpinan, dan budaya. Akan tetapi, muncul kesulitan yang berat, seperti selisih perempuan, kesempatan yang terbatas terhadap pelatihan dan modal, serta tekanan